Kategori Produk
Pengolahan Biji Kopi
Dua biji kopi yang belum diolah hanya menghasilkan berat sepertiga dari biji kopi siap olah, sisanya terdiri dari daging buah (juga dikenal sebagai pulp), dan kulit biji yang semuanya harus disingkirkan sehingga hanya biji kopi bersih yang tetap.
Dua metode yang berbeda dari pengolahan biji kopi biasa digunakan yaitu :
Pengolahan Basah dan Pengolahan Kering.
1. Pengolahan basah
Biji kopi yang baru dipetik dicuci dulu, metode ini terutama digunakan
di Amerika Tengah dan bagian Afrika (khususnya Kenya). Proses ini
relatif mahal, tapi sangat bermanfaat menjaga kualitas kopi. Yang
pertama biji olahan dituang melalui saluran air untuk direndam dan untuk
menghilangkan kotoran. Buah yang mentah tenggelam ke dasar,
meninggalkan buah yang matang melayang ke atas.
Buah yang matang kemudian dapat diproses lebih lanjut. Daging buah dari biji akan dikupas dengan bantuan seorang de-pulper, sebuah mesin yang memiliki rol dengan permukaan kasar.
Proses ini menghilangkan daging buah (pulp) dari biji yang diolah di
bawah aliran air. Dahulu, bubur yang tersisa diperlakukan sebagai
limbah, namun kini itu dicampur dengan mineral dan berubah menjadi
pupuk.
Pada tahap kedua basah pengolahan biji kopi yang difermentasi di dalam
wadah air besar. Tujuan dari proses fermentasi tidak hanya untuk
melarutkan daging buah yang tersisa, tetapi juga untuk menghapus lapisan
lengket yang mengelilingi biji kopi, yang tidak larut dalam air. Proses
ini berlangsung sekitar dua hari, Periode panjang fermentasi ini
menentukan apakah biji kopi terproses dengan baik sehingga menghasilkan
aromanya yang khas dan rasa istimewa.
Mencuci
Setelah menyelesaikan proses fermentasi biji kopi harus dicuci. Pada
tahap ini, biji masih dikelilingi oleh perkamen sekam, dan untuk tahapan
ini kopi juga disebut sebagai ?perkamen kopi?.
Pengeringan
Perkamen yang telah dicuci kemudian tersebar di beton atau rak
pengeringan dan ditinggalkan di bawah matahari. Untuk memastikan bahwa
biji kering secara merata biasanya dibolak-balik beberapa kali sehari.
Tergantung pada kondisi cuaca, proses ini memakan waktu lima atau enam
hari. Untuk yang beroperasi pada skala menengah hingga besar biasanya
menggunakan mesin pengeringan, drum besi besar di dalamnya diberi
sirkulasi udara panas. Sekali lagi, untuk memastikan bahwa biji kering
secara merata drum berputar terus-menerus. Dalam drum proses pengeringan
berlangsung sekitar 24 jam. Perkamen kopi kering yang menarik berwarna
kuning keemasan dan dikenal sebagai pergamino kopi.
Pada tahap ini pekerjaan petani kopi sebagian besar berakhir. Bagian
produser sekarang dengan produk ini menjualnya ke distributor besar dan /
atau eksportir sebagai biji kopi mentah (coffee bean).
Hulling
Selanjutnya pergamino disimpan dalam wadah, sebelumnya secara mekanis
akan dikuliti oleh mesin-mesin khusus. Mesin pengupas ini berlekuk besi
cor silinder, di dalamnya kulit biji kopi akan terkikis ketika mereka
bergesekan satu sama lain.
Pada akhir proses ini, biji kopi umumnya berwarna hijau zaitun. Beberapa
bahkan berwarna biru dan ini adalah kualitas yang tinggi disebut kopi
?biru?.
Sortasi dan grading
Pertama biji kopi diayak untuk menghilangkan benda asing dan
kacang-kacangan rusak. Selanjutnya secara mekanis dipilah menurut ukuran
dan bentuk. Ini diikuti dengan proses seleksi selanjutnya, kali ini
dilakukan oleh pekerja yang terlatih. Kopi dipilah menurut mata saat
lewat di depan mereka di atas ban berjalan ke dalam nilai kualitas yang
berbeda. Ada juga mesin sekarang yang dapat melakukan seleksi ini
bekerja.
2. Pemrosesan kering
Di Brazil dan di sebagian besar Afrika, pengolahan kering digunakan
untuk kualitas Biji Kopi Arabica dan Robusta yang lebih rendah, teknik
sederhana yang kurang sempurna dibanding dengan pengolahan basah. Namun,
biaya produksi yang lebih murah harus diperhitungkan dengan kerugian
dalam kualitas, karena proses panjang (pengeringan dari biji kopi)
adalah bergantung pada iklim tak terduga. Setelah semua ranting, daun,
batu dan benda-benda asing lainnya telah dibuang, pengolahan kering
dapat dimulai.
Pengeringan
Dari biji yang tersebar di bawah sinar matahari pada pelataran semen
atau batu bata berlapis-lapis untuk lima enam cm. Untuk memastikan bahwa
biji kering secara merata, dari biji yang berubah secara teratur untuk
jangka waktu dua hingga tiga minggu. Perkebunan lebih kecil menggunakan
pengeringan tikar yang terbuat dari kawat kasa juga sering digunakan.
Hulling
Setelah biji kopi hasil pengolahan benar-benar kering, hulling dimulai.
Dalam sebuah mesin mengelupas mirip dengan yang digunakan selama
pemrosesan basah, kering daging buah (pulp), perkamen kulit dan bagian
dari sekam yang mengelilingi biji kopi dihapus.
Pembersihan dan memilih
Akhirnya, kacang dibersihkan dan kemudian disortir berdasarkan ukuran
oleh mesin saringan yang bergetar. Biji kopi kemudian dimasukkan ke
dalam karung-karung ukuran standar (biasanya 60 kg).